5 cm

No. ISBN: 9786022510703

5 cm

oleh Donny Dhirgantoro

Sinopsis

Sebuah tongkrongan. Lima sahabat telah menjalin persahabatan selama tujuh tahun semenjak dari SMU sampai melewati masa-masa kampus. Mereka adalah Zafran si vokalis sekaligus penyair indie yang percaya bahwa dia adalah Achilles, Arial  si Ganteng dan sporty, yang sangat apa adanya dan selalu nurut sama papan pengumuman, Riani si cantik pintar, aktivis kampus keibuan dan cerewet, Ian si chubby, fans berat  sepakbola, pecandu PS2, dan apa pun yang berbau “bokep”, dan yang terakhir “The Leader”  Genta, tempat mereka bertanya, curhat, dan yang berinisiatif maju paling depan kalau semuanya udah berantakan gara-gara kegilaan mereka.

Kegemaran kelima sahabat ini adalah mengeksekusi hal-hal yang tidak mungkin. Semenjak dari SMU mereka sudah cocok satu sama lain, sudah gila bareng, mencoba- coba segala hal, dari  kafe  paling terkenal di Jakarta, sampai nonton layar tancep. Semuanya penggemar film, dari Film Hollywood sampai film yang nggak kelas—kecuali film India karena mereka punya prinsip bahwa semua persoalan di dunia  atau masalah pasti ada jalan keluarnya dan jalan keluarnya itu bukan dengan joget.

Suatu saat,  karena terkontaminasi dengan bacaan pintar yang menjadikan mereka sangat  sok tahu dan menjadi merasa bosan antara satu dan yang lainnya. Akhirnya,  mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi dan bertemu satu sama lain selama tiga bulan. Selama tiga bulan berpisah ini, telah terjadi banyak hal yang mereka alami,  yang membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.

Di antara mereka berlima ternyata ada cinta yang telah lama tersimpan rapi. Cinta yang tidak bisa disangkal, penuh dengan keyakinan untuk disampaikan, cinta yang menginginkan lebih daripada cinta seorang sahabat.

Pertemuan setelah tiga bulan yang penuh dengan rasa kangen akhirnya terjadi dan dirayakan  dengan  sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang penuh dengan keyakinan, mimpi,  cita-cita, dan cinta. Sebuah perjalanan yang telah mengubah mereka menjadi seorang manusia sesungguhnya, bukan cuma seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama.

Ada yang pernah  bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda...”

Format Buku

Buku Sejenis

comments powered by Disqus
Loading