Cari Acara

Kegiatan

13 Juli 2015

Jadi Penulis Harus Tahu Cara Memasarkan

Jadi Penulis Harus Tahu Cara Memasarkan

Apakah Anda pernah mengirimkan naskah ke suatu penerbit? Apakah Anda menerima balasan berupa pesan dari editor yang intinya kurang lebih: Mohon maaf, naskah Anda tidak cukup diminati oleh pasar saat ini? Jika itu adalah kali pertama Anda mengalaminya, anggaplah itu sebagai ucapan selamat datang ke realitas dunia industri perbukuan.

Realitas dunia industri (tidak hanya perbukuan) memang beriringan dengan prinsip sederhana gerak pasar, yaitu permintaan (demand) – persediaan (supply). Maka, ketika Anda berhasrat untuk menjadi penulis, Anda akan segera diposisikan sebagai penyedia, atau si empunya barang dagangan. Dengan kata lain, Anda diandaikan menguasai betul pasar buku Anda, dan yakin bahwa buku saya diminati.

Istilah yang lebih keren tentang ini adalah: penulis harus bisa sekaligus menjadi pemasar (marketeer). Sesuai dengan definisi di kamus online Meriam-Webster, marketeer (n./kata benda) adalah seseorang atau perusahaan yang menjual atau mempromosikan sebuah produk atau layanan. Karena itu, penulis yang merangkap sebagai pemasar, memiliki tugas ekstra: ia harus membantu menyediakan cara penjualan produk tersebut.

Pada praktiknya, penerbit tidak akan mendesak penulis untuk turun dan berjualan secara langsung, secara harafiah. Tugas sebagai pemasar diemban oleh penulis ketika ia dan pihak penerbit mendiskusikan tentang seberapa besar kemungkinan naskahnya akan laku. Dalam diskusi tersebut, mau tidak mau, seorang penulis diajak untuk ikut berpikir ala pemasar, misalnya dengan menjelaskan: siapa pesaingnya, siapa kemungkinan yang akan jadi pembelinya, apakah pangsa pasar (market share) buku ini besar atau sebenarnya bersifat niche market, bagaimana masuk ke komunitas-komunitas yang potensial, bagaimana merancang launching yang merangsang pembelian, dan semacamnya.

Penerbit dan penulis akan saling berelaborasi, sampai pada titik di mana keduanya berseru mantap: buku ini potensial! Jika sudah begitu, naskah Anda akan segera diterbitkan.

Nah, sebagai pemasar, paling tidak Anda perlu tahu tentang potensi buku Anda. Pada 1970, Boston Consulting Group (BCG) mengembangkan sebuah metode untuk mengukur kekuatan produk atau portofolio suatu perusahaan. Dalam bentuk yang sederhana, menurut BCG, kita bisa menilai suatu produk melalui 2 faktor:

1. Pangsa pasar

Seberapa banyak penjualan yang dihasilkan oleh bidang produk tersebut. Biasanya, Anda bisa mengukur melalui data penjualan dalam rentang tertentu. Misalnya, karya Anda adalah novel remaja dengan tema percintaan. Anda perlu mendalami seberapa lakunya tema percintaan selama ini. Jika perlu, Anda bisa lebih spesifik, misalnya: ending novel Anda adalah “tokoh utama memilih untuk tetap jomblo”, maka cari tahuberapa banyak, novel dengan ending demikian yang laku di pasaran.

2. Trend

Apakah sekarang sedang terjadi kenaikan minat atau permintaan yang mencolok dari bidang produk tersebut. Anda bisa mengamati melalui data, atau secara sederhana, melalui riset yang sudah dilakukan di aneka media (televisi, twitter, radio, dan lain-lain). Misalnya, Anda tertarik menulis novel bersetting Korea. Maka, cari tahu, apakah sekarang novel-novel bersetting Korea sedang digemari.

Berdasarkan 2 faktor tersebut, BCG memberikan 4 kategori. Dengan menilai berdasarkan 4 kategori tersebut, Anda (dan penerbit) bisa menentukan apakah produk ini cukup prospektif untuk dipasarkan:

Cash cows adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar tinggi walaupun tidak sedang nge-trend. Artinya, produk ini jelas akan diminati, dan tidak perlu upaya promosi ekstra. Contoh produk yang masuk kategori ini antara lain kamus Inggris-Indonesia (setiap tahun selalu ada permintaan), atau buku-buku pegangan. Biasanya: disetujui.

Stars adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar tinggi, dan sedang nge-trend. Artinya, produk ini jelas akan diminati, dan pasti perlu menggeber promosinya (untuk merajai persaingan). Biasanya: disetujui.

Question Marks adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar rendah, namun sedang nge-trend saat ini. Anda tahu segmen buku ini sangat terbatas, tapi toh sedang ada trend gila-gilaan. Biasanya: dipertanyakan dan diperlukan penyelidikan lebih lanjut supaya pengemasan produk lebih tajam, dan diperlukan ketajaman untuk memperkirakan seberapa banyak jumlah cetakan, supaya stock tidak menumpuk (ketika trend tiba-tiba berakhir). Contoh tentang ini: trend batu akik.

Dogs adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar rendah dan tidak sedang ngetrend. Satu-satunya alasan untuk menerbitkan produk semacam ini adalah jika ditemukan nilai lain selain nilai finansial. Misal, produk yang akan mengangkat brand penerbit, produk yang membawa misi tertentu, atau nilai-nilai lain.



Nah, sudahkah Anda mengenali produk Anda sendiri?

 

comments powered by Disqus
Loading