Cari Acara

Kilas Balik

27 Oktober 2017

SEGALA HAL TENTANG PENERBITAN #TIPSGRASINDO

Kisah tentang penulisan, teknik menulis, menghadapi writer’s block, dan seperti apa karya yang bagus pastinya sudah kita selidiki kan? Nah sekarang admin mau bagi tentang penerbitan. Mungkin inilah kendala terakhir di mana naskah kalian tidak lolos karena tiap penerbitan punya standar masing-masing dalam melihat naskah yang layak dipublikasikan/diterbitkan.
 
Pastikan Audiens Cerita Kalian

Ketika kalian membawa naskah ke penerbitan, pastikan #SobatGrasindo tahu siapa yang akan membaca karya kalian. Tiap penerbitan selalu memperhitungan pasar. Itu artinya karya yang kalian buat diasumsikan akan dibaca oleh orang lain. Dan dari kacamata penerbit, itu berarti kalian siap “menjual” karya kalian ke khalayak. Untuk itu yang harus disiapkan adalah “Siapakah pembaca kalian?”
 
Filter dengan menggunakan pertanyaan ini:
  • Apakah karya saya ditujukan untuk kelompok tertentu?
  • Apakah kategori/genre dari karya saya?
  • Apakah karya saya ditujukan pada gender tertentu?
Buatlah Sinopsis yang Baik

Lengkapi karya kalian dengan sinopsis. Mengapa? karena tujuannya untuk membuat editor tertarik untuk membaca sampai habis karya kalian. Kalau tidak menarik, kalian tahu dong apa yang terjadi, naskah ditolak.
Berikut ini bisa jadi masukan untuk membuat sinopsis yang baik:
  • Sinopsis bukanlah ajang menbuat novel ke-2. Maka itu jangan bertele-tele: Cukup 1 halaman.
  • Untuk memaksimalkan 1 halaman tersebut, pastikan kalian meringkas menjadi 3 poin besar plot: apa konflik dalam cerita, bagaimana tokoh utama berseteru, dan bagaimana resolusinya.
  • Setiap poin tersebut kembangkan dengan optimal dan pastikan tidak lebih dari 3 paragraf.
  • Bayangkan kalian bicara dengan editor di hadapan kalian sehingga #SobatGrasindo tahu kalau tidak ada waktu untuk bertele-tele.
  • Bayangkan pertanyaan yang akan ditanya editor dan antisipasilah dalam sinopsis kalian.
Pilihkan Penerbit yang Cocok

Kenali karya kalian dan carilah penerbit yang cocok. Bagaimana caranya pilih penerbit yang cocok? Perhatikan buku-buku terbitannya, kalau karya yang diterbitkan senapas dengan karya kalian, maka itulah tempat yang tepat. Ada penerbit yang mengkhususkan diri dengan genre-genre tertentu. Jika itu sesuai dengan kalian, masuki saja.
 
Berkolaborasilah dengan Editor

Editor sebuah penerbitan adalah orang yang bertanggungjawab dengan karya kalian. Dia punya hak dan kewajiban untuk memoles karya kalian sehingga layak terbit.
Untuk itu bekerjasamalah dengan mereka. Jangan pernah merasa karya kalian sangan sempurna karena di mata editor selalu ada hal yang patut diperhatikan. Apa yang dilakukan editor? Tentunya penyuntingan naskah, yaitu memperbaiki tatanan EYD, tanda baca yang salah, paragraf yang tidak berkesinambungan, apakah tema sesuai norma dan usia target pembaca serta ada tidak masalah kode etik dalam naskah kalian. Editor mungkin saja akan “mengembalikan” naskah kalian untuk dilakukan revisi. Tidak apa-apa, mintalah dengan sopan, detail-detail apa yang harus direvisi dan lakukan.
 
Make a Blog

Untuk mendukung cerita dan membuat kalian lebih dikenal, buatlah blog. Blog adalah langkah awal dari jenjang kepenulisan kalian. Apa yang perlu ditulis dalam blog? Tulisan paling mendasar adalah tentang diri kalian sendiri, tentang proses kreatif kalian, tentang salah satu karakter dalam karya kalian, atau tema yang kalian bahas. Ini bisa jadi trik pemasaran yang sangat efektif. Berkomunikasilah dengan pengunjung yang datang dan minta saran mereka. Intinya lakukan sebanyak mungkin engagement dengan visitor blog kalian. Ini dapat menjadi sarana mengetes apakah teman, karakter, plot cerita sesuai dengan keinginan pembaca.
Data traffic blog dapat kalian gunakan untuk menjadi pertimbangan penerbit loh.
 
Jangan Ragu untuk Melakukan Revisi

Yup balik lagi ke revisi nih #SobatGrasindo . Jika pada akhirnya kalian diminta untuk revisi pastinya ada alasan yang masuk akal dari editor. Ada standar yang perlu dipenuhi ketika kita bicara soal penerbitan dan bisnis buku. Oleh karena itu jangan pernah menyerah karena diminta revisi ya gengs soalnya revisi dari editor sangatlah penting. Meski demikian, segalanya berpulang pemilik naskah. Jika kalian merasa tidak nyaman akan alasan revisi, misalnya tentang idealisme yang tidak mau terlalu berkompromi dengan pasar. It’s Ok. Naskah bisa kalian tarik kembali.
 
Self-Publishing

Nah, kalau kalian tidak cocok dengan gaya bisnis penerbitan mayor, atau tidak sabar dengan lamanya proses. Kalian bisa lakukan seperti banyak orang: going indie. Saat ini banyak sekali akses untuk menerbitkan buku sendiri. Kalian bisa coba self-publishing. Kalian tinggal membawa karya dan memilih desain cover yang disuka, dan kalian menjualnya secara pribadi ke komunitas kalian. Lakukan self-publishing, jika kalian memiliki idealisme dan animo yang besar dari lingkungan komunitas kalian.
 
Minta Tanggapan dari Orang Lain

Mintalah tanggapan dari orang terdekat kalian. Jadi sambil menunggu jawaban dari editor, kalian bisa meminta kesediaan orang lain untuk membaca. Tanyakan apakah mereka cukup paham dengan yang ingin kalian sampaikan. Tanyakan pula apakah mereka akan merekomendasi karya kalian kepada orang lain. Dengan meminta tanggapan orang lain kalian akan lebih imbang dengan mendengarkan tanggapan dari editor nantinya. Sebenarnya tanggapan orang lain bisa jadi isyarat: sejauh mana karya kalian dapat diterima.
 
Jangan Patah Semangat

Ingat kembali bahwa alasan kalian menulis adalah demi passion kalian. Jadi jangan patah semangat terhadap karya-karya kalian.
Akan selalu ada tembok atau rintangan saat kalian mengejar sesuatu. Namun, hal itu bukan berarti kita harus berhenti kan? Perjuangkan selalu passion kalian.
 
BONUS
ALASAN PENOLAKAN YANG SERING TERJADI:
  • Karya kalian salah kategori
  • Penceritaan yang buruk dan kurang “greget”
  • Target pembaca tidak jelas
  • Setting cerita membosankan
  • Plot cerita lemah
  • Karakter kurang unik dan menarik
  • Tema terlalu berat
Nah itu dia yang bisa Admin rangkumkan buat #SobatGrasindo sekalian.  Semoga membantu dan tetap semangat ya!!
 
Sumber : 'Nulis itu Dipraktekin' karya Tim Wesfix terbitan Grasindo

 

comments powered by Disqus
Loading