Cameo Revenge
| Author | : | Ary Yulistiana |
| Category | : | Novel Lokal |
- Soft Cover
- Tag :
- rock
- cinta
- masa lalu
- mimpi
- 12 Oktober 2015
CAMEO
Dari semula hanya sekadar ingin mengikuti festival musik July Challenge untuk mendapatkan hadiah seratus juta, Angin Malam, Aui, Q, dan Jarra yang tergabung dalam band Cameo tak pernah menyangka kalau lagu mereka, July Lullaby, akan meledak. Semua orang menyanyikannya, media begitu mengeksposnya. Namun, ketenaran instan juga menjadikan mereka sasaran empuk. Masa lalu mereka dikuak ke publik: berita tentang pencandu cilik yang nyaris mati, foto-foto telanjang yang tersebar di internet, dan kasus pembunuhan beberapa tahun lalu. Sesuatu yang dapat menghancurkan band yang baru berusia seumur jagung itu!
REVENGE
Bagi Saira, sang vokalis Revenge, apa yang terjadi malam itu cukup untuk mengempaskannya di palung kekecewaan. Sia-sia sudah perjuangan yang selama ini dilakukan demi memenangkan July Challenge, festival musik paling bergengsi di Kota Cahaya. Sedih, marah, perasaan gagal, dan entah apa lagi. Rasanya hancur berantakan seperti rangkaian keping puzzle yang jatuh berhamburan. Perlu waktu untuk menyatukan kepingan-kepingan itu menjadi utuh kembali. Pada saat itulah ia merasa harus memilih. Antara tetap berada pada band rock nomor dua di Kota Cahaya, atau menjadi seperti mimpi-mimpinya: be the real rock star....
| ISBN | : | 9786023752072 |
| Tanggal Terbit | : | 12 October 2015 |
Halo, saya Ary Yulistiana. Lahir pada 6 Juli 1982. Sehari-hari saya berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia di sebuah SMK di kota Solo. Beberapa novel saya yang telah terbit adalah The 100th Dragonfly (2006), novel Islami remaja Lentera Aisha (2007), Novel Mauve! (2008) dan novel Sonnenblume (2014). Tulisan lainnya terhimpun dalam beberapa antologi cerpen (2006-2013), salah satunya adalah antologi cerpen Venus Menjelang Malam yang diterbitkan oleh Yayasan KAKAK untuk keperluan kampanye antiperdagangan anak.
Saya menulis novel sebagai sarana katarsis, melepaskan ketegangan dan menuangkan isi hati, atas rutinitas kehidupan sehari-hari. Selain itu saya berharap bisa menjadikan tulisan tersebut sebagai penanda dalam perjalanan kehidupan saya, menjadi kenangan yang berharga. Dan yang tidak kalah penting, saya ingin menjadi inspirasi bagi sesama guru bahasa Indonesia untuk mencintai bahasa dan sastra Indonesia, salah satunya dengan cara menulis dan membaca karya sastra…