Violin
Namaku Violin. Tentu bukan nama asliku, tapi biarin deh kalian kenal aku dengan nama itu saja. Oh ya, aku lahir pada 22 Januari 1994, di desa di lereng pegunungan yang hijau, yang banyak pohonnya, yang banyak sungainya, yang banyak batunya, yang banyak binatang-binatangnya, yang udaranya segar, dan yang-yang-yang yang lain. Ohh, pokoknya indah banget deh, kecuali jalannya yang rusak karena kurang perhatian dari pemerintah desa (halah, malah curhat). Nama desa itu adalah Kaliagung, tempat di mana aku menemukan dunia Eldar beberapa tahun lalu, yang kini bisa kalian jelajahi juga melalui bukuku.
Di desa yang damai itu, aku melakukan banyak hal tentang hobiku. Bertualang, berkhayal, bermain dengan teman-teman kecil, mendongeng (paling sering saat mau sholat tarawih, banyak buanget anak-anak yang ngumpul dan minta aku ceritai kisah-kisah keren), dan akhirnya... menulis. Ya. Aku jatuh cinta pada dunia tulis menulis untuk semua genre, tapi akhirnya aku menguatkan diri untuk masuk ke dunia dongeng. Kenapa? Karena aku memang suka, dan aku suka saat anak-anak menyukai dongengku. Simpel kan?
Dan... Dunia Eldar pun akhirnya kuciptakan. Ohh, itu adalah sebuah dunia yang menjadi pelarianku kayaknya deh. Nanti kalau kisah di Eldar sudah mau berakhir, pasti rasanya sangat tidak rela. Tapi yaaaaa.... setiap cerita harus berakhir kan. Meski, seperti yang pernah dikatakan seseorang padaku bahwa “Eldar tidak akan pernah berakhir selama masih ada anak-anak di dunia ini!” yang artinya akan selalu ada kisah baru di balik kisah utama yang telah berakhir.
Aku tertarik menulis selain karena senang dan supaya orang lain senang juga saat membaca karyaku, aku menulis karena menulis itu ‘keren’. Menulis itu—kalau menurut quote yang aku lupa dari siapa—adalah bekerja menuju keabadian. Jadi yang tertarik menulis, hayuuk rame-rame belajar barenggg.