Mr A vs Miss O: Disguise
| Author | : | Adeliany Azfar |
| Category | : | Korean wave, K-Fiction |
- Soft Cover
PARK JOON-WOO
Ya Tuhan, aku tidak tahu kalau ada perempuan seperti dia yang hidup di muka bumi ini. Rambut mahogany chestnut-nya sudah berhari-hari tidak dicuci, kelihatan lepek dan berminyak. Oke, wajahnya putih bersih dan mulus tanpa jerawat, tapi aku melihat kalau kadar kekeringan kulitnya sudah di tingkat waspada. Namun, siapa sangka kalau perempuan antah barantah ini pada akhirnya terlibat dalam kehidupanku yang setenang permukaan danau? Tunggu, atau mungkin malah aku yang melibatkan diri dalam kehidupannya yang rumit serupa pusaran cepat air laut sebelum badai datang?
SHIN SEO-YUN
Setelah tiga tahun mendekam dalam ruangan penuh aroma daun bawang dan sup tulang sapi, akhirnya aku menemukan seseorang yang bisa membantuku keluar dari sarang memuakkan ini. Ya, dia adalah pegawai kantoran yang taat aturan, konservatif, dan ehem... tampan. Rasanya, aku ingin membungkuk dalam-dalam dan berlutut di hadapannya. Demi Tuhan, aku sudah mengacaukan hari-harinya yang tenang. Semoga saja dia tidak menendangku keluar dari apartemennya setelah apa yang terjadi. Lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi.
| ISBN | : | 9786023753819 |
| Tanggal Terbit | : | 21 March 2016 |
Saya adalah Gadis Minang yang merantau ke Kota Kembang sebagai mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Bandung. Saya kelahiran Batusangkar, 27 Desember 1991. Jangan tanya Batusangkar itu dimana karena itu adalah tempat dimana saya menata kepribadian dan jati diri. Di sanalah Saya tumbuh menjadi seseorang yang senang mengoleksi mimpi. Bagi Saya, mimpi adalah alasan untuk membuka mata setiap pagi seraya menggumamkan “Hari ini, Saya pasti bisa!”.Sejauh ini, Saya telah menulis enam buah novel di antaranya ‘Kamu’, ‘Warna Rindu’, ‘Love is You’, dan ‘I Can’t Stop Loving You’, “Because I Love You”, dan “Prolog”. Saya senang sekali membaca novel roman, mendengar semua genre musik, dan menonton drama Korea.
Bagi Saya, menulis sudah serupa candu yang membuat ketagihan. Ketika stres, Saya akan menulis. Ketika senang, Saya akan menulis. Ketika sedih, Saya akan menulis. Jadi, bagi Saya menulis serupa pelarian dan pelampisan yang akan Saya kerjakan di saat sedang gundang atau senang. Intinya, menulis adalah segalanya.